--Selamat Berkunjung. Jika Ingin Mendapatkan Update Artikel Dari Fisika-Koe, Klik Button Follow Disebelah Kanan--

Jumat, 21 Desember 2012

Pengobatan Berbasis Listrik

Sejak dua abad belakangan ini perkembangan teknologi kelistrikan begitu pesat, termasuk di dalamnya upaya pengembangan peralatan berbasis elektrik. Prinsip kelistrikan terutama menyangkut tegangan, tahanan, arus dan frekuensi.
Pada tahun 1890 Jacques A.D. Arsonval telah menggunakan listrik berfrekuensi rendah untuk menimbulkan efek panas. Kemudian tahun 1929 menggunakan listrik dengan frekuensi 30 Mhz untuk pemanasan yang di sebut short wave diathermy. Berikutnya tahun 1950 telah di perkenalkan penggunaan gelombang mikro dengan frekuensi 2.450 Mhz untuk keperluan diathermy dan pemakaian radar.

Pada Frekuensi di atas 20 Hz otot – otot menjadi kendor dan frekuensi 30 – 50 Hz di gunakan dalam kedokteran olahraga untuk memulihkan otot – otot sesudah kontraksi luar biasa.

Artikel ini adalah lanjutan dari “Biolistrik untuk Penyembuhan” semoga teknik yang dijabarkan dapat membantu dalam terapi proses penyembuhan.

Frekuensi Arus Listrik

Efek yang di timbulkan arus listrik di bagi dalam 2 bentuk, yaitu Listrik berfrekuensi rendah dan Listrik berfrekuensi tinggi.

Listrik berfrekuensi rendah.

Frekuensi rendah antara 20 Hz sampai dengan 500.000 Hz dapat memberikan efek merangsang saraf dan otot sehingga terjadi kontraksi otot. Alat – alat yang menghasilkan listrik berfrekuensi rendah yaitu : Stimulator yang rangkaiannya terdiri dari multivibrator dan asastable multivibrator. Selain frekuensi yang di perhatikan, pengulangan dalam pemakaian sangat penting serta pemilihan bentuk gelombang manakah yang di pakai.Untuk pemakaian dalam jangka waktu singkat dan bersifat merangsang persarafan otot, maka dapat di pakai arus faradik.
Untuk penderita celebral palsy, stroke , dan lemah atau hilang otot persarafan misalnya pada kaum manula, bisa memakai arus listrik yang interuptur (terputus putus) atau arus DC yang telah di modifikasi dapat merangsang otot yang telah hilang persarafan.

Tipe – tipe impuls yang telah di modifikasi :
rectangular, trapezoidal, triangular, saw – tooth dan depolarized.

Selain arus DC, arus AC juga dapat di gunakan dengan Frekuensi 50 Hz. Arus AC serupa dengan arus DC, mempunyai kemampuan merangsang saraf sensoris, merangsang saraf motoris dan berefek Kontraksi Otot.

Kemampuan dan efek yang di timbulkan Arus AC serupa dengan Arus DC,tetapi pada klinik - klinik modern Arus AC (Sinusoidal) jarang di pakai.

Listrik Berfrekuensi Tinggi:
Frekuensi arus listrik di atas 500.000 siklus perdetik (500.000 Hz) tergolong listrik berfrekuensi tinggi.
Dasar – dasar memproduksi arus listrik frekuensi tinggi. Untuk memperoleh frekuensi tinggi di pergunakan sirkuit osilator yang mengandung rangkaian kondensator dan induktor yaitu suatu lingkaran L - C.
Tindakan osilasi bisa dalam bentuk sustain (terus menerus), unsustain (tidak terus menerus), damping (redam) , undamping (tidak meredam).

Penggunaan listrik berfrekuensi tinggi :
Listrik berfrekuensi tinggi tidak mempunyai sifat merangsang saraf motoris atau saraf sensoris,kecuali di lakukan rangsangan dengan pengulangan yang lama.Frekuensi tinggi ini mempunyai sifat memanaskan,berdasarkan sifat ini maka frekuensi tinggi di gunakan dalam bidang kedokteran di bagi dalam 2 bagian : short wave diathermy(diatermi gelembung pendek) dan mikro wave diathermy (diatermi gelembung mikro).

Short Wave Diathermy (diatermi gelembung pendek)

Pada diatermi ini terdapat dua metoda yang di pakai untuk memperoleh gelombang elektromagnetis agar masuk ke dalam badan, yaitu : Metoda Capasitance (Metoda Kondensor) dan Metoda Inductance (Metoda Induksi=metoda kabel).

Metoda Capasitance (Kondensor) dengan prinsip elektroda di letakkan pada masing – masing sisi yang akan di obati dan di pisah kan dari kulit dengan bahan isolator.

Apabila kedua elektroda di aliri arus listrik maka akan tercipta medan listrik di antara kedua elektroda tersebut.Subtansi yang berada di dalam medan listrik akan mengalami vibrasi,elektrolit mengalami dipol dan timbul panas.

Panas yang timbul dapat di nyatakan dengan rumus :
H = V.i.T / 0,24 (Hukum Joule)

Ukuran dan jarak eletroda perlu di perhatikan,syarat yang perlu di perhatikan bahwa elektroda harus lebih besar dari pada struktur yang akan di obati dan jarak penempatan elektroda harus sama terhadap kulit.

Penempatan elektroda yang benar adalah Penempatan elektroda pada kulit dengan jarak yang seimbang,garis gaya listrik (medan listrik) yang di timbulkan cendrung menyebar.Struktur yang akan di obati lebih besar dari elektroda.

Metoda Induksi (metoda Kabel). Metoda ini bisa timbul efek medan listrik atau medan magnet pada saat yang bersamaan. Teknik pemasangan kabel : kabel di lilitkan pada daerah yang akan di obati, lilitan nya bisa berupa heliks tunggal, double heliks , atau grid.

Efek diatermi gelombang pendek:
Menghasilkan panas dan peningkatan efek fisiologis sebagai akibat dari peningkatan temperatur yaitu : Meningkatkan metabolism (Perubahan struktur kimia yang di sebabkan kenaikan temperatur , dikenal dengan Hukum Vantt Hoff); Suplai darah meningkat,sebagai akibat dari meningkat nya metabolism; Efek pada Saraf,mengurangi eksitasi saraf apabila kurang begitu panas; Dengan meningkat nya temperatur mengurangi relaksasi otot dan meningkatkan efisien usaha otot. Otot akan kontraksi dan relaksasi semakin meningkat; Oleh karena pemanasan maka terjadi koagulasi,sehingga terjadi detruksi jaringan; Penurunan tekanan darah yang di sebabkan oleh pelebaran pembuluh darah; Meningkatkan aktivitas kelenjar keringat.

Mempunyai efek terapeutik (pengobatan) : Terhadap daerah peradangan, di mana akan terjadi pelebaran pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan oksigen dan pengangkut makanan untuk sel – sel; Efek terhadap infeksi bakteri : di sini peningkatan sel darah putih dan antibodi pada daerah infeksi; Menghilangkan rasa sakit oleh karena panas menyebabkan saraf sensoris mengalami sedaktif; Terhadap daerah yang patah,peningkatan absorpsi,peningkatan aliran darah.

Micro Wave Diathermy (diatermi gelombang mikro):
Gelombang mikro merupakan gelombang elektromagnetis dengan panjang gelombang antara sinar merah infra dan gelombang yang di hasilkan diathermi gelombang pendek. Ada beberapa variasi dalam definisi tentang gelombang mikro, tetapi batasan yang di berikan yaitu gelombang dengan panjang gelombang antara 1 meter dan 1 sentimeter di klasifikasikan sebagai gelombang mikro. Ada juga kemungkinan yang lain yaitu mendefinisikan gelombang desimeter.

Gelombang dengan panjang gelombang 12,25 sentimeter dan suatu frekuensi dari 2.450 Mhz yang sering di pakai.Ada pula menggunakan panjang gelombang 69 cm, frekuensi 433,92 Mhz.

Hasil yang di timbulkan : Diatermi dengan mempergunakan gelombang mikro merupakan iradiasi jaringan dengan mempergunakan sinar Hertzian (shorter wireless). Efek yang timbul tergantung jumlah energi radiasi yang di serap. 

Efek yang ditimbulkan oleh gelombang mikro mencakup :
Efek Fisiologis : Menimbulkan panas pada jaringan jaringan yang banyak mengandung air banyak pula mendeposit energi, gelombang mikro otot lebih banyak menyerap energi gelombang mikro dari pada jaringan lemak.

Efek Pengobatan : Gelombang mikro di pakai untuk mengobati penderita yang mengalami ruda paksa (Trauma) dan peradangan.Juga di pakai dalam pengobatan terhadap penderita yang merasa nyeri dan spasme otot , bisul , gelembung , reumatik.

Bahaya dan kontra indikasi : Gelombang mikro tidak dapat di pakai pada penderita gangguan sirkulasi, dapat mengakibatkan pendarahan, trombosis dan flebitis. Pada penderita TBC dan tumor ganas,tidak di perkenankan pengobatan dengan gelombang mikro. 

Perbedaan antara gelombang mikro, gelombang pendek dan sinar merah infra :
Penetrasi gelombang mikro,lebih dalam dari pada sinar merah infra, tetapi tidak dapat melewati jaringan yang padat sebagaimana di lakukan oleh diatermi gelombang pendek. 

Diatermi gelombang mikro kurang berhasil mengobati struktur yang dalam di bandingkan dengan diatermi gelombang pendek.

Semoga artikel ini dapat membuat keluarga penderita celebral palsied, stroke, dan lemah sistim persarafan, memperoleh informasi yang mencerahkan.

"Kecerdasan sejati bukanlah ilmu pengetahuan , melainkan imajinasi bisa melebihi kecerdasan. Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuan. Logika akan membawa Anda dari A ke B. Imajinasi akan membawa Anda kemana pun yang anda inginkan "

Sumber :

http://www.scribd.com/doc/24110660/biolistrik

http://www.innerbody.com/htm/body.html

Fisika Kedokteran. dr.J.F.Gabriel. Departemen Fisika Universitas Udayana Denpasar, Bali. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Sumber Gambar: http://www.brownchiro.com/physicaltherapy.htm 

Sumber Tulisan Blog Ini: http://www.pantonanews.com.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar